Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pesawat Angkut

Turki Ingin Gandeng Indonesia Kembangkan Pesawat Tempur

Gambar
16 Oktober 2018 Program pesawat tempur TFX oleh TAI (image : TAI) Turkish Aerospace Industries (TAI) sedang mencari mitra strategis di Indonesia untuk pengembangan pesawat tempur. Vice Presiden Corporate Marketing and Communications TAI Tamer Ozmen mengatakan hal tersebut kepada Anadolu Agency saat berkunjung ke fasilitas pengujian pesawat terbang di BPPT Serpong, Banten, akhir pekan lalu. Tamer mengatakan pihaknya sedang berusaha memperkuat kerja sama dengan industri pertahanan yang ada di Indonesia. Upaya tersebut dimulai melalui proses tender pengembangan pesawat terbang tanpa awak (Unmanned Aircraft Vehicle) oleh Kementerian Pertahanan Indonesia yang diikuti TAI. Turki menurut dia, memiliki program pengembangan pesawat tempur yang ditargetkan akan mulai mengudara pada 2023 mendatang dan memulai operasional penerbangan pada 2026. “Pewasat tempur tersebut akan menggantikan seluruh pesawat tempur F16 yang dimiliki Turki pada 2040 mendatang,” ungkap Tamer. Program tersebut menurut Tame...

TNI AU Bangun Skuadron 27 Biak

Gambar
12 Oktober 2018 Pesawat CN-235 TNI AU (photo : masagoeess) Biak (ANTARA News) - Markas besar TNI Angkatan Udara membangun fasilitas fisik Skuadron udara 27 pesawat CN 235 di pangkalan udara Manuhua Biak Numfor.  Komandan Pangkalan Udara Manuhua Biak Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto di Biak, Jumat mengatakan kehadiran Skuadron pesawat CN 235 di Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat mendukung kelancaran angkutan udara untuk menunjang pelayanan roda perekonomian masyarakat di tanah Papua.  "Idealnya ada sekitar 12 pesawat CN 235 yang akan mendukung operasional Skuadron 27 Lanud Manuhua Biak, ya untuk tahap awal akan ada tiga atau empat pesawat beroperasi," ungkap Marsma TNI Fajar menanggapi pembentukan Skuadron 27 Biak.  Ia mengakui untuk tahapan pekerjaan fisik pembangunan fasilitas Skuadron 27 akan dimulai pada Senin pekan depan.  Marsma Fajar mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat Biak Numfor sehingga pembangunan Skuadron 27 dapat selesai tepat waktu....

PT DI akan Bangun Fasilitas Manufaktur Tersendiri untuk N219

Gambar
12 Oktober 2018 Manufaktur pesawat N219 (photo : Detik) Ekspansif di Industri Aviasi, RI Bangun Pabrik Pesawat! Jakarta, CNBC Indonesia - Guna meningkatkan kapasitas produksi pesawat, PT Dirgantara Indonesia berencana untuk membangun sebuah pabrik di tahun 2019. Keberadaan pabrik tersebut diestimasi akan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan sebanyak 6 unit pesawat per tahun. Selama ini, perusahaan rata-rata menghasilkan 10 unit pesawat setiap tahunnya. "[Tahun] 2019, kalau sudah sertifikasi, segera kita bangun fasilitas manufaktur tersendiri," kata Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro, ketika ditemui para jurnalis di Paviliun Indonesia, di sela-sela pertemuan IMF-WB, hari Rabu (10/10/2018). Elfien berkata dibutuhkan pendanaan sekitar US$90 juta (Rp 1,4 triliun) sampai $100 juta untuk membangun pabrik tersebut. Nantinya, pabrik tersebut akan menghasilkan pesawat militer berjenis N219 yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo.  Saat ini, perusahaan sedang melaku...

Tiga Lagi Negara Afrika Naksir Pesawat Produksi PT DI

Gambar
11 Oktober 2018 Pesawat angkut CN-235 (photo : hondagl1800) NUSA DUA, (PR).- Sejumlah negara di Afrika, seperti Madagascar, Kongo dan Sudan tertarik dengan dua jenis pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pesawat yang dilirik oleh tiga negara dari Benua Hitam itu yakni CN 235 dan N219. “Sudah ada Madagascar, Kongo dan Sudan yang menyatakan tertarik. Dalam tahap penjajakan,” kata Direktur Utama PT DI, Elfien Goentoro, saat memamerkan kedua pesawat produksi PT DI di Paviliun Indonesia, Nusa Dua, Bali, sebagaimana dilansir dari Kantor Berita Antara, Rabu 10 Oktober 2018. Elfien Goentoro menjelaskan, keikutsertaan PT DI di Pameran Paviliun Indonesia itu memang tidak bertujuan untuk menjual produk. Tetapi lebih kepada menunjukkan karya bangsa kepada para delegasi IMF-WB dari seluruh dunia. Menurut dia, negara-negara Afrika masuk ke dalam daftar pangsa pasar yang ditarget untuk pesawat jenis CN 235 dan N219. Kedua pesawat tersebut dinilai cocok untuk kondisi geografis wilayah Benu...

20 Pesawat N219 Buatan PTDI Dipesan PT Aviastar Mandiri

Gambar
05 Oktober 2018 Pesawat N219 (photo : JabarExpress) BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mendapat pesanan 20 unit pesawat N219 Nurtanio yang saat ini masih dalam proses penyelesaian sertifikasi. Pesawat tersebut akan melayani penerbangan perintis PT Aviastar Mandiri. Kepastian pembelian 20 pesawat tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatangan MoU antara PTDI dengan PT Aviastar Mandiri di Surabaya, Rabu (3/10/2019) kemarin.  "Setelah ini akan ditindaklanjuti langkah berikutnya. Termasuk untuk pembiayaannya. Sementara, kami saat ini menyelesaikan dulu proses sertifikasinya," kata Dirut PTDI Alvin Guntoro dalam siaran persnya, Kamis (4/10/2018).  Dia mengakui, proses delivery kemungkinan baru maksimal pada 2020. Tahun depan, pihaknya diperkirakan baru bisa menyelesaian antara dua hingga empat unit. Sementara, pesanan Aviastar 20 unit. Pesawat N-219 (photo : N219) Diketahui, PT Aviastar Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan ke daerah ter...

TNI AU Turunkan Kekuatan Penuh Bantu Palu

Gambar
04 Oktober 2018 C-130 Hercules TNI AU (photo : TNI AU) TNI AU Terbangkan 12 Hercules ke Palu, Bantu Korban Gempa dan Tsunami Akses bantuan menuju Kabupaten Donggala, Kota Palu, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat masih terkendala karena bandara udara hingga pelabuhan rusak parah setelah gempa dan tsunami. Untuk mempermudah masuknya bantuan, TNI Angkatan Udara menyiapkan sejumlah alutista. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Yuyu Sutisna menyebut sebanyak 12 pesawat Hercules diterjunkan membantu proses evakuasi di tiga wilayah yang terkena dampak gempa dan tsunami.  CN-235/CN-295 TNI AU (photo : Jeff Prananda) ''Perlu saya sampaikan bahwa Angkatan Udara semenjak saya mendengar berita hari Jumat sore musibah di Palu yang sedemikian dahsyatnya, saya langsung menyiapkan alutista Angkatan Udara yang diperlukan bantuan untuk bantuan kemanusiaan ini. Saya menyiapkan sampai dengan hari ini sebanyak 12 Hercules karena saya yakin bantuan transportasi udara ini sanga...