Postingan

Menampilkan postingan dengan label Anggaran Pertahanan

Belanja Alutsista Tahun 2019 Mencapai Rp 75 Triliun

Gambar
26 Oktober 2018 Porsi belanja alutsista dalam Anggaran Pertahanan 2019 mencapai Rp 75 Triliun (photo : dvidshub) Wiranto Targetkan Belanja Alutsista Hingga Rp75 Triliun tirto.id - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan berjanji akan menambahkan anggaran belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia sampai dengan Rp75 triliun. Hal ini dirasa penting untuk memperkuat keamanan sekaligus menunjukkan kekuatan Indonesia. Penambahan ini disampaikan oleh Menko Polhukam Wiranto di kantor Kementerian Sekretariat Negara RI hari Kamis (25/10/2018). Wiranto menegaskan penambahan alutsista ini sering dianggap tidak cukup penting. "Tahun 2015 ada kira-kira angkanya Rp40 triliun sekarang 2019 di angka Rp75 triliun. Ini penting. Banyak yang mengatakan tidak penting, ini penting," tegas Wiranto. Wiranto juga menyatakan pembelian ini dibutuhkan untuk memperkuat stabilitas keamanan. Pemerintah juga mengkaji agar pembelian in...

DND to Receive 34 Percent Increased Budget for 2019

Gambar
24 Oktober 2018 2019 DND proposed budget  (image : DND) Strengthening the Philippines’ defense posture is still on top of the reform priorities of the Duterte Administration. For 2019, the budget of the Department of National Defense (DND) has gone up to PhP183.4 billion. This translates to a 34.4 percent increase over its 2018 cash-based equivalent budget of PhP136.5 billion. “The DND has the fourth biggest budget allocation for 2019 among the national agencies.” Department of Budget and Management Secretary Benjamin E. Diokno said. “This is in line with the government’s 0+10-Point Socioeconomic Agenda to make the country’s safety and security an essential pillar in our sustained economic growth.” For 2019, the Philippine Army, Philippine Air Force, and the Philippine Navy have been allocated Php89.0 billion, PhP24.6 billion, and PhP27.8 billion, respectively. The budget will go to their programs on defense operations to attain the desired level of mission capability of their resp...

Kemhan Dapat Kucuran Dana Tambahan Anggaran Sebesar Rp 1,2 Triliun

Gambar
23 Oktober 2018 Anggaran Rp 1,2 triliun sebanyak Rp 500 miliar akan digunakan untuk belanja kebutuhan yang mendesak (photo : JAAS) TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mendapat tambahan anggaran dari Kementerian Keuangan dan telah disetujui oleh Komisi I DPR. “Baru separuh dari kebutuhan kita Rp 200 Triliun, yang diberikan cuma Rp 106 triliun, memang kita harus tahu ya ini untuk tentara, rakyat harus menyesuaikan,” ujar Ryamizard usai rapat dengan Komisi I DPR di komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018). Sebelumnya, Ryamizard meminta tambahan anggaran sebesar Rp 29 triliun, namun yang dikabulkan hanya Rp 1,2 triliun. “Ini ditanggung dari kementerian dan dari RPJPM ya,” terangnya. Dana itu menurut Ryamizard akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan TNI, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Itu Rp 1,2 triliun, Rp 500 miliar untuk kebutuhan belanja yang m...

Budget 2019 Likely to See Cuts in Defence, Public Infrastructure Spending

Gambar
20 Oktober 2018 MRSS could be delayed after 2019 (photo : Malaysian Defence) THE upcoming 2019 budget presentation will likely see cutbacks in military spending and delays in public infrastructure projects as the new government sets to reduce the country’s ballooning debt. Prime Minister (PM) Tun Dr Mahathir Mohamad pledged to cut Malaysia’s debts and liabilities — estimated at over RM1 trillion or 65% of GDP. The PM has cut minister’s salaries, scrapped Chinese-backed deals, delayed the high-speed rail project to neighbour Singapore and terminated hundreds of government contract staff. Budget 2019 — the first national budget in the “new Malaysia” era — is already being earmarked as a lean fiscal policy by experts with allocations for both operating and developmental expenditures expected to be trimmed. Sunway University Business School economist Prof Dr Yeah Kim Leng said Putrajaya may seek to lower its defence spending and shelve some nonessential infrastructure projects in a contrac...